
Koalisi Masyarakat Sipil mengutuk keras kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( KontraS ), Andrie Yunus. Koalisi Sipil mendesak kasus ini diusut tuntas.
Koordinator KontraS,Dimas Bagus Arya menyampaikan, selama 28 tahun KontraS berdiri kerap mengalami intimidasi hingga teror. Dia mengatakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan bentuk hilangnya demokrasi.
“Saya mau menyampaikan bwha situasi ini bukan alarm lagi, di sini semua berkumpul bukan menyampaikan kita ada di alarm demokrasi, inilah jurang demokrasi inilah titik nadir demokrasi,” ujar Dimas, dalam jumpa pers, Jumat (13/3/2026).