
Menjelang Muktamar NU ke-35, diskursus mengenai kepemimpinan masa depan organisasi Islam terbesar di dunia ini mulai menghangat. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks-mulai dari pergeseran geopolitik global hingga transformasi digital-NU membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki akar silsilah yang kuat, tetapi juga kecakapan manajerial yang mumpuni.
Drs. H. Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, muncul sebagai figur sentral yang dinilai banyak pihak memenuhi kriteria “Pemimpin Transformatif” bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Kombinasi pengalaman di pemerintahan, perannya sebagai Sekjen PBNU, serta posisinya sebagai representasi kultural pesantren, menjadikan Gus Ipul memiliki kualifikasi unik untuk mengawal NU ke depan. Berikut adalah 10 alasan kuat mengapa Gus Ipul layak memimpin NU ke depan: