
Otoritas Irak mengatakan serangan roket menargetkan kompleks bandara baghdad. Komplek ini menampung pangkalan militer dan fasilitas diplomatik Amerika Serikat.
Dilansir AFP, Sabtu (7/3/2026), sebuah kelompok misterius bernama Saraya Awliyaa al-Dam (Penjaga Darah) mengatakan bahwa mereka berada di balik serangan terhadap pangkalan tersebut. Kelompok itu menyebut serangan sebagai bagian dari Perlawanan Islam di Irak yang didukung Teheran.
Sumber keamanan sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu dilakukan oleh drone.