
Wakil Menteri Dalam Negeri ( Wamendagri ) Bima Arya Sugiarto menanggapi rentetan kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Bima Arya menilai fenomena ini sebagai bukti jika ancaman OTT KPK tak cukup menimbulkan efek jera bagi kepala daerah.
“Fenomena rentetan OTT kepala daerah ini sepertinya membuktikan kepada kita bahwa ancaman OTT tidak cukup menimbulkan efek jera bagi kepala daerah. Bisa setiap minggu ada OTT, ibarat giliran saja bagi kepala daerah,” kata Bima Arya kepada wartawan, Rabu (11/3/2026)
Bima Arya menilai perlu ada pembenahan sistem pemilihan kepala daerah hingga pencegahan korupsi. Ia memandang OTT bukan menjadi salah satu faktor penentu pemberantasan korupsi.