Berita Bisnis dan Investasi Terpadu
Berita  

Refleksi Harkitnas: Indonesia, Simpul Strategis di tengah Geopolitik Global

Refleksi Harkitnas: Indonesia, Simpul Strategis di tengah Geopolitik Global
Refleksi Harkitnas: Indonesia, Simpul Strategis di tengah geopolitik global

Latar Belakang
Indonesia bukan sekadar negara kepulauan, tetapi simpul strategis peradaban dunia. Sejak era kolonial, kekayaan alam dan posisi silang geografis kita membuat negeri ini jadi rebutan banyak kekuatan asing. Dari penjajahan Belanda hingga perebutan pengaruh global hari ini, ancaman itu belum benar-benar hilang.
Pidato Presiden dan Realitas yang Menyebabkan Ketegangan
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Kongres IV PP Tidar (17/5/2025) mempertegas realitas tersebut. Ia menyatakan bahwa “Ada kekuatan besar yang tidak menginginkan Indonesia maju”. Di tengah arus global yang makin deras, Indonesia hanya bisa bertahan jika seluruh komponen bangsanya bersatu padu dan waspada terhadap politik adu domba yang terus berulang dalam perjalanan sejarahnya.
Fakta Penting dari Sejarah Politik Adu Domba
Sejak zaman kolonial, Nusantara sudah dijadikan ladang adu domba. Politik divide et impera Belanda berhasil memecah belah antarsuku dan antarbangsawan, sehingga penjajahan bisa berlangsung selama lebih dari tiga abad. Sejarawan Ong Hok Ham (1999), dalam buku ‘Runtuhnya Hindia Belanda’, mencatat bahwa kekuasaan kolonial bertahan bukan karena kekuatan senjata semata, tapi karena kepiawaian menciptakan konflik internal.
Penutup
Refleksi Harkitnas kali ini mengingatkan kita bahwa Indonesia harus tetap waspada terhadap ancaman global dan internal. Dengan bersatu padu, negeri ini bisa menghadapi tantangan geopolitik dengan lebih kuat. Bisakah kita belajar dari sejarah untuk memastikan bahwa politik adu domba tidak lagi merongrong keutuhan bangsa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *