
Informasi terkait bunuh diri dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi , mengatakan kasus pelajar kelas IV SD YBR (10) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri mengingatkan semua pihak bahwa perlindungan terhadap anak belum dipenuhi. Arifah berbicara ada beberapa faktor penyebab anak itu mengakhiri hidupnya.
“Bagi kami dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ini mengingatkan kita semua bahwa perlindungan terhadap anak belum sepenuhnya bisa kita penuhi karena terjadinya peristiwa ini. Namun, peristiwa ini bukan merupakan satu faktor penyebab saja. Saya kira ini banyak faktor-faktor pendukung di belakangnya sehingga kenapa anak ini melakukan hal-hal yang menurut kami ini di luar apa ya, di luar dugaan,” kata Arifah kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).