
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa negaranya “tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan” terkait program nuklirnya. Ini disampaikannya pada hari Rabu (11/2), seiring Teheran melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat.
“Negara kita, Iran, tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan mereka,” katanya dalam pidato untuk peringatan ke-47 Revolusi Islam Iran, yang diperingati di tengah ancaman militer dari Amerika Serikat.
” Iran kita tidak akan menyerah dalam menghadapi agresi, tetapi kita terus berdialog dengan sekuat tenaga dengan negara-negara tetangga untuk membangun perdamaian dan ketenangan di kawasan ini,” imbuh pemimpin Iran itu, dilansir kantor berita AFP , Rabu (11/2/2026).