
Latar Belakang
Tahun 2025 mungkin dikenang sebagai titik kritis bagi penegakan hak asasi manusia (HAM) global, menurut laporan tahunan Human Rights Watch (HRW). Dalam laporan yang dirilis pada Rabu (4/2), HRW memperingatkan bahwa kemenangan kembali Presiden AS Donald Trump telah mendorong rezim otoriter di seluruh dunia untuk bertindak lebih berani, merugikan kelompok rentan dan minoritas.
Fakta Penting
HRW menyoroti bahwa sistem HAM global sedang terancam. Direktur Eksekutif HRW, Philippe Bolopion, menulis bahwa tekanan berkelanjutan dari Presiden Trump, bersamaan dengan upaya Cina dan Rusia yang terus merusak tatanan internasional berbasis aturan, telah menyebabkan sistem tersebut hancur.
Dampak
Laporan ini mengingatkan bahwa ambruknya institusi demokrasi dan maraknya pelanggaran hak menjadi tanda bahwa dunia berada di persimpangan kritis. Dengan ketegangan yang semakin meningkat, masa depan HAM global semakin tidak pasti.
Penutup
HRW menekankan bahwa tindakan cepat dan koordinasi internasional diperlukan untuk mencegah sistem HAM global dari kehancuran lebih lanjut. Pertanyaan penting yang muncul adalah: Apakah dunia mampu mengatasi tantangan ini sebelum keadaan menjadi tidak dapat dipulihkan?