
Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan mengejutkan dunia dengan menyerang dua kapal di Selat Hormuz, termasuk kapal pengangkut barang curah dari Thailand yang menewaskan tiga awak. Aksi ini terjadi setelah Iran menutup jalur strategis tersebut sebagai balasan serangan dari AS dan Israel.
Latar Belakang:
Selat Hormuz menjadi titik perhatian internasional setelah Iran memblokir lalu lintas maritim akibat serangan dari AS dan Israel. Kegiatan militer IRGC di wilayah tersebut semakin meningkat, menciptakan ketegangan yang tidak terprediksi.
Fakta Penting:
IRGC menyerang kapal Express Rome milik Israel dan kapal kontainer Mayuree Naree dari Thailand. kedua kapal tersebut terkena proyektil dan berhenti setelah mengabaikan peringatan dari pasukan IRGC. Kapal Mayuree Naree menjadi korban utama dengan tiga awak yang dilaporkan hilang.
Dampak:
Aksi ini memicu kekhawatiran global terhadap keamanan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital untuk 20% minyak dunia. Masyarakat internasional menantikan respons lebih lanjut dari Iran dan negara-negara terkait.