
Ketegangan di Iran menjadi sorotan utama dalam Munchen Security Conference (MSC) atau Konferensi Keamanan Munchen 2026, menyusul tindakan keras dan mematikan rezim terhadap demonstran serta tekanan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar Teheran menghentikan program nuklirnya.
Para pemimpin konservatif Iran masih mempertahankan kekuasaan meski adanya gelombang protes anti-rezim terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Di tengah situasi itu, Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang kini hidup di pengasingan, aktif menghadiri konferensi internasional untuk menyerukan perubahan rezim di Iran.
Dalam sesi pembahasan mengenai masa depan Iran pada Jumat (13/02) dan dalam konferensi pers sehari kemudian, Pahlavi menyoroti pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh rezim Iran. Sejumlah kelompok HAM menyebut tindakan represif rezim terhadap warga saat protes anti-rezim telah menewaskan ribuan orang.