
Di tengah kehidupan yang kian bergantung pada internet, konektivitas digital kini tak lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar masyarakat. Akses internet membuka peluang lebih luas di bidang pendidikan, ekonomi, layanan kesehatan, hingga pertukaran informasi yang cepat dan setara.
Namun, percepatan transformasi digital di Indonesia masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Kesenjangan akses internet antara wilayah perkotaan dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) masih menjadi tantangan nyata yang perlu diatasi bersama.
Upaya menghadirkan konektivitas digital yang merata tentu tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital RI (BAKTI Komdigi) terus mendorong pembangunan infrastruktur digital, khususnya lewat program Universal Service Obligation (USO) di wilayah 3T.