
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluhkan hubungan historis antara negaranya dan Inggris, yang disebutnya ‘tak seperti dulu lagi’. Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia (UI), Fredy Buhama Lumban Tobing, menilai keluhan Trump mencerminkan pergeseran kepentingan nasional Inggris dan negara-negara Eropa lainnya.
“Negara-negara Uni Eropa termasuk Inggris sejak lama memang cenderung memperlihatkan sikapnya, kebijakan luar negerinya yang berbeda dengan AS,” kata Fredy kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).