
Latar Belakang
AS atau S (22), remaja yang merenggut nyawa keluarganya sendiri dengan cara diracun di Warakas, Jakarta Utara (Jakut), baru-baru ini menjalani tes kejiwaan. Menurut hasil pemeriksaan, tidak ditemukan gangguan jiwa yang signifikan pada pelaku.
Fakta Penting
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno, mengungkapkan bahwa dalam proses penyelidikan, pelaku telah menjalani visum et repertum psychiatricum. “Hasilnya menunjukkan bahwa tersangka tidak memiliki gejala gangguan jiwa berat,” jelasnya pada Sabtu (7/2/2026).
Namun, AS atau S (22) memiliki kecenderungan tidak adaptif dalam menyelesaikan masalah dan menunjukkan dorongan agresifitas yang kuat. Ini menjadi fokus utama dalam pengusutan kasus ini.
Dampak
Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang faktor-faktor non-jiwa yang mungkin mempengaruhi perilaku pelaku. Sosial, psikologis, dan lingkungan sekitar dipercaya berperan penting dalam mendorong tindakan ekstrim ini.
Penutup
Hasil tes kejiwaan AS atau S (22) menunjukkan bahwa pelaku tidak mengalami gangguan jiwa berat, namun kecenderungan agresifitasnya menjadi perhatian tersendiri. Kasus ini tidak hanya mengejutkan tetapi juga menjadi reminder penting tentang pentingnya perhatian terhadap mental dan perilaku remaja.