
Sekitar 10 kapal yang berlayar di dalam atau di dekat Selat Hormuz telah diserang sejak Iran memblokir jalur perairan strategis itu sebagai balasan atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel .
Serangan-serangan yang terjadi setelah perang meletus pada 28 Februari lalu itu, hampir sepenuhnya menghentikan lalu lintas di perairan strategis tersebut, yang merupakan jalur penting untuk minyak dan komoditi lainnya.
Badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, seperti dilansir AFP , Senin (9/3/2026), telah mengeluarkan 10 peringatan serangan serta peringatan aktivitas mencurigakan, tetapi hanya merilis sedikit detail tentang kapal-kapal yang terlibat.