
Latar Belakang
KPK menahan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Namun, Fadia mengaku tak pernah terlibat OTT dan menegaskan tidak ada barang bukti yang menyangkut dirinya. “Saya sampaikan, kepada saya tidak pernah OTT, dan tidak ada barang serupiah pun saya demi Allah, walaupun kepala dinas saya tidak ada serupiah pun. Tapi kita mengikuti aja lah. Biarin saja,” ujarnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Fakta Penting
Fadia Arafiq, yang ditahan KPK, menolak tudingan terlibat OTT. Ia menegaskan tidak ada barang bukti yang menunjukkan keterlibatannya dalam operasi tersebut. Namun, langkah KPK ini mencuatkan pertanyaan publik tentang proses penyelidikan dan kredibilitas OTT.
Dampak
Perkembangan ini menimbulkan dampak politik dan sosial. Sebagian publik mengutuk tindakan KPK, sementara pihak lain mendukung langkah tersebut sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi.
Penutup
Ditahan KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mencuatkan perdebatan soal OTT dan kredibilitas penyelidikan. Bagaimana perkembangan selanjutnya dan apakah Fadia akan terbukti bersalah menjadi sorotan publik.