
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah guna menjamin kelancaran Angkutan Lebaran 2026. Hal ini seiring proyeksi peningkatan arus mobilitas masyarakat, terutama di lintasan penyeberangan strategis Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menjelaskan pembagian pelabuhan telah disiapkan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengurai kepadatan di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Jangkar, Padang Bai, hingga Lembar. Strategi berbasis golongan kendaraan diterapkan agar distribusi arus penyeberangan lebih merata dan penumpukan dapat dicegah sejak awal.
Mengacu pada SKB tertanggal 5 Februari 2026, pada arus mudik 13-20 Maret 2026 lintasan Merak-Bakauheni diatur: penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan IVa, Va, VIa, dan IVb tetap melalui Merak; golongan I, II, III, Vb, dan VIb (dua sumbu) melalui Ciwandan; sementara truk VIb (tiga sumbu), VII, VIII, dan IX diarahkan ke BBJ Bojonegara atau buffer zone bila terkena pembatasan operasional. Skema serupa diterapkan pada arus balik 23-29 Maret 2026 dengan penyesuaian tujuan Sumatera dan Jawa.