
Pendahuluan
Publik di Indonesia digegerkan oleh video viral seorang perempuan berinisial DS, alumni LPDP, yang mengungkapkan pernyataan kontroversial di media sosial. Dalam video tersebut, DS mengatakan, “cukup saya WNI, anak jangan,” yang langsung menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) serta anggota DPR.
Latar Belakang
Video yang menjadi sorotan publik menunjukkan DS tengah membuka paket yang dinantikan. Isinya adalah surat dari Home Office Inggris, yang menyatakan bahwa anak kedua DS, pemilik akun @sasetyaningtyas, resmi menjadi warga negara Inggris. Selain surat tersebut, DS juga memperlihatkan paspor Inggris yang diterimanya.
Fakta Penting
Pernyataan DS menggugat status kewarganegaraan anaknya menjadi warga negara asing telah menjadi perbincangan hangat. Wakil Menteri Stella menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak merepresentasikan pandangan pemerintah, yang selalu mendukung warga negara Indonesia untuk tetap memegang status WNI. Sejumlah anggota DPR juga ikut memberikan komentar, mengingatkan publik tentang pentingnya solidaritas dan loyalitas terhadap negara.
Dampak Sosial
Polemik ini tidak hanya menjadi sorotan media, tetapi juga memicu diskusi luas di kalangan masyarakat. Banyak netizen yang memberikan respons beragam, dari yang mendukung keputusan DS hingga yang mengecam pernyataannya. Diskusi ini turut menyoroti pentingnya edukasi tentang kewarganegaraan dan loyalitas dalam konteks globalisasi.
Penutup
Pengungkapan DS mengingatkan kita akan pentingnya dialog terbuka tentang identitas, loyalitas, dan kewarganegaraan. Meski kontroversial, peristiwa ini menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai yang mendukung kebersamaan bangsa Indonesia. Bagaimana kita melihat kewarganegaraan dalam konteks modern? Diskusi ini tentu akan terus bergulir.