Berita Bisnis dan Investasi Terpadu
Berita  

TPU Wanasari Bali Dipadati Peziarah jelang Ramadan, Tradisi Ziarah Meningkat di Denpasar

TPU Wanasari Bali Dipadati Peziarah jelang Ramadan, Tradisi Ziarah Meningkat di Denpasar
TPU Wanasari Bali Dipadati Peziarah jelang Ramadan, Tradisi Ziarah Meningkat di Denpasar

Latar Belakang
Bersama datangnya bulan Ramadan,tradisi ziarah kubur kembali meramaikan TPU Wanasari di Denpasar,Bali.Rata-rata 500 peziarah datang setiap hari untuk melakukan ziarah jelang bulan suci ini.Para peziarah terlihat antusias dalam melaksanakan tradisi ini,sebagai bagian dari persiapan spiritual Ramadhan.
Fakta Penting
Kepala TPU Wanasari, I Made Sutresna, mengatakan bahwa tahun ini jumlah peziarah lebih meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.”Kami melihat ada peningkatan sekitar 20% dibanding tahun lalu,terutama setelah kabar tentang tradisi ziarah ini menyebar melalui media sosial,”ujarnya.Para peziarah berasal dari berbagai daerah di Bali bahkan ada yang datang dari luar pulau.
Selain itu,TPU Wanasari juga mempersiapkan berbagai fasilitas tambahan seperti tempat sholat dan area istirahat untuk memudahkan peziarah dalam melaksanakan tradisi ini.”Kami juga bekerja sama dengan pihak kecamatan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan ziarah,”tambahnya.
Dampak
Tradisi ziarah ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi masyarakat,tapi juga memberikan dampak ekonomi di sekitar TPU Wanasari.Beberapa pedagang kaki lima yang berjualan makanan dan minuman merasa lebih ramai dibanding hari-hari biasa.”Alhamdulillah omset saya naik tiga kali lipat semenjak tradisi ziarah ini dimulai,”kata Ibu Dewi,pedagang makanan ringan di sekitar TPU.
Penutup
Meningkatnya antusiasme masyarakat dalam melaksanakan tradisi ziarah jelang Ramadan di TPU Wanasari Bali menunjukkan pentingnya budaya spiritual dalam kehidupan sehari-hari.Bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada sanak saudara yang telah wafat,tradiisi ini juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat.Akankah tradisi ini terus berlanjut ataukah akan ada perubahan dalam pelaksanaannya di masa depan? Hanya waktu yang akan memberikan jawabannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *