Mobil listrik murni (BEV) kian masif, tapi teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) terbukti masih menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan efisiensi tanpa rasa cemas akan infrastruktur pengisian daya. Meski data terbaru memunculkan penjualan mobil hybrid per Januari 2026 terlihat stagnan.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hybrid pada Januari 2026 tercatat sebanyak 4.195 unit. Angka ini turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari 2025) yang berada di angka 4.230 unit, atau koreksinya cuma 0,83 persen.
Bila dibandingkan secara year to year (YoY), penjualan mobil hybrid per Januari 2026 mengambil porsi 4.195 unit dari total pasar mobil elektrifikasi 14.908 unit (termasuk BEV, HEV, dan PHEV). Sementara tahun lalu, mobil hybrid menyentuh angka 4.230 unit dari total pasar elektrifikasi 6.826 unit. Meskipun angka penjualan hybrid terbaru terlihat stagnan, peta pasar elektrifikasi secara keseluruhan terlihat mulai terjadi perubahan. Tahun lalu, mobil hybrid adalah “raja” di pasar elektrifikasi dengan menguasai 61,9% pasar. Namun sekarang, posisinya menyusut menjadi hanya 28,1%.