
Paripurna DPR RI menetapkan Polri di bawah presiden, bukan dalam bentuk kementerian. Pakar menilai bahwa inti reformasi Polri bukan terkait kelembagaan, tetapi soal budaya organisasi.
Kriminolog dari Universitas Indonesia, Bagus Sudharmanto menilai tantangan Polri ada pada budaya organisasi. Oleh karena itu, masalahnya bukan soal Polri ada di bawah siapa.
“Iya, menurut saya, tantangan Polri lebih pada budaya organisasi, akuntabilitas publik yang berujung kepercayaan, transparansi dalam berbagai kasus, dan profesionalisme. Jadi bukan sekadar ‘di bawah siapa’,” ujar Bagus kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).