
Latar Belakang
Seorang narapidana di Ankara, Turki, diduga membunuh tiga wanita dari satu keluarga. Tragedi ini terjadi setelah pelaku dibebaskan sementara dengan izin harian dari penjara. Korban yang menjadi ibu, istri, dan putri pelaku ini menjadi sorotan publik setelah insiden mengerikan tersebut terjadi.
Fakta Penting
Dilansir AFP pada Selasa (10/2/2026), pelaku membunuh ketiga anggota keluarganya sebelum menembak dirinya sendiri. Komite Solidaritas Perempuan mengecam tindakan ini, menyebutnya sebagai bagian dari tren memprihatinkan di mana narapidana yang dibebaskan sementara menyerang anggota keluarga mereka. Tahun lalu, enam wanita sudah menjadi korban serupa, menunjukkan kelemahan sistem perhukuman di negara tersebut.
Dampak
Tragedi ini telah memicu kemarahan dari kelompok feminis dan masyarakat luas. Mereka menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah dan perbaikan sistem pemasyarakatan untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi. “Dan hari ini, narapidana lain kembali menebar teror,” tulis Komite Solidaritas Perempuan di X, menegaskan urgensi perubahan dalam sistem perhukuman Turki.
Penutup
Tragedi yang mengguncang Ankara ini tidak hanya menjadi bencana bagi keluarga korban, tetapi juga menyoroti kelemahan sistem perhukuman yang memungkinkan narapidana membawa kehancuran ke rumah mereka sendiri. Tanpa tindakan yang nyata, kekhawatiran akan terulangnya kasus serupa akan terus menghantui masyarakat Turki.
“`