Berita Bisnis dan Investasi Terpadu
Berita  

**NU Di Tepi Perubahan: Tradisi vs Transformasi di Abad Kedua**

**NU Di Tepi Perubahan: Tradisi vs Transformasi di Abad Kedua**
**NU Di Tepi Perubahan: Tradisi vs Transformasi di Abad Kedua**

Latar Belakang
Selama satu abad pertama, NU berhasil menjadi jangkar Islam ramah (rahmatan lil ‘alamin), mengawal tradisi Nusantara dengan Aswaja. Namun, di milenium kedua, simbol kultural seperti sarung dan kitab kuning menghadapi tantangan dari akselerasi zaman yang tak terelakkan.
Fakta Penting
NU kini berada di persimpangan. Sebagai organisasi Islam terbesar dengan akar kultural yang kokoh, NU juga menjadi entitas yang tertatih-tatih dalam merespons disrupsi zaman. Jargon “NU tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana” terdengar usang, bahkan cenderung menjadi pembenaran atas sikap ambivalen yang tidak menghasilkan kemaslahatan terukur bagi warga nahdliyin.
Dampak
Secara politik, NU sedang berada di titik kritis. Diperlukan refleksi mendalam agar NU tidak hanya menjadi organisasi penonton di tengah perubahan.
Penutup
NU dan tantangan abad kedua menandai momen penting untuk organisasi ini. Dengan tradisi yang kaya dan kebutuhan transformasi yang mendesak, NU harus menemukan keseimbangan yang tepat agar tetap relevan dalam konteks global yang terus berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *