
Seorang influencer otomotif di China menghadapi persidangan setelah mengunggah video tes tabrak mobil Xiaomi SU7 dan zeekr 007. Video tersebut dianggap merusak reputasi produk, dengan jaksa menuntut terdakwa karena merusak citra komersial. Sidang ini menyoroti kontroversi sekitar metodologi uji tabrak dan tudingan penggunaan gambar menyesatkan.
Analisis Kasus
Jaksa menuding influencer tersebut menyembunyikan fakta bahwa kabel daya baterai tambahan mobil Xiaomi SU7 dilepas sebelum tabrakan. Ini dianggap sebagai upaya untuk mempengaruhi hasil uji tabrak. Selain itu, penggunaan gambar yang menyesatkan kerusakan baterai menjadi sorotan utama dalam persidangan.
Dampak pada Industri Otomotif
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam uji coba produk otomotif. Influencer harus memastikan bahwa informasi yang diberikan akurat dan tidak menyesatkan. Ini juga menjadi peringatan bagi komunitas konten kreator untuk lebih berhati-hati dalam mengunggah konten teknis.
Rekomendasi untuk Pengguna
Pengguna mobil listrik sebaiknya memeriksa kondisi baterai secara rutin dan memastikan bahwa semua kabel dan komponen tambahan terpasang dengan benar. Transparansi dan kejujuran dalam uji coba adalah kunci untuk menjaga reputasi produk dan komunitas.