
Pernyataan BMKG: Siklon Tropis PENHA Menyebabkan Cuaca Ekstrem di 3 Provinsi
Bibit siklon tropis 94W yang terbentuk sejak 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB di Samudra Pasifik utara Papua, akhirnya berkembang menjadi siklon tropis PENHA pada 4 Februari 2026 pukul 19.00 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk tiga provinsi, menurut informasi yang diambil dari situs resminya pada Kamis (5/2/2026).
Latar Belakang Perkembangan Siklon Tropis PENHA
Siklon tropis PENHA bermula dari bibit siklon tropis 94W yang mulai tumbuh pada tanggal 2 Februari 2026. Setelah beberapa hari berkembang, siklon ini mencapai intensitas puncaknya pada 4 Februari 2026, di mana ia diberi nama PENHA. perkembangan ini terjadi di Samudra Pasifik utara Papua, menurut BMKG.
Fakta Penting Tentang Siklon Tropis PENHA
Siklon tropis PENHA dikategorikan sebagai fenomena alam yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem di beberapa wilayah. BMKG telah memberikan peringatan dini kepada masyarakat di tiga provinsi yang berpotensi terkena dampak langsung dari siklon ini. Namun, detail tentang provinsi mana yang terkena dampak belum diungkapkan secara publik.
Dampak yang Mungkin Timbul
Walaupun informasi lengkap tentang dampak yang mungkin ditimbulkan oleh siklon tropis PENHA belum tersedia, potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi harus diwaspadai. Masyarakat di daerah yang terkena dampak dianjurkan untuk mempersiapkan diri dan memantau informasi terbaru dari BMKG.
Penutup: Siaga Cuaca Ekstrem, Masyarakat Harus Waspada
Dengan perkembangan siklon tropis PENHA, masyarakat di tiga provinsi yang terkena dampak harus tetap waspada dan memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG. Dampak cuaca ekstrem dapat menyebabkan kerusakan properti, gangguan transportasi, dan bahaya bagi keselamatan. Oleh karena itu, siaga dan persiapan yang matang menjadi kunci untuk menghadapi situasi ini.