
Gagasan Presiden Prabowo Subianto tentang gerakan gentengisasi nasional patut dipahami sebagai kebijakan publik yang melampaui isu estetika. Dalam konteks negara tropis seperti Indonesia, pilihan material atap merupakan keputusan struktural yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat, kualitas hidup, serta keberlanjutan pembangunan.
Selama ini, penggunaan atap seng meluas karena murah dan cepat dipasang. Namun berbagai kajian menunjukkan bahwa material atap logam memiliki performa termal yang buruk di iklim panas dan lembap, karena menyerap dan memantulkan panas matahari langsung ke ruang di bawahnya. Akibatnya, suhu di dalam rumah meningkat dan bertahan lebih lama, terutama pada siang hingga malam hari.
Penelitian lintas disiplin mengenai panas ekstrem di dalam rumah di kawasan perkotaan Afrika Barat menunjukkan bahwa panas dalam ruang merupakan ancaman kesehatan yang bersifat “sunyi”.