Latar Belakang
dalam acara wisuda purnabakti Hakim Arief Hidayat sebagai anggota Mahkamah Konstitusi (MK), terjadi momen yang menarik saat Arief menyapa koleganya, Anwar Usman. Acara ini digelar di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026), dengan kehadiran delapan hakim MK, termasuk Anwar Usman yang akan pensiun bersama Arief.
Fakta Penting
Arief menuturkan bahwa Anwar Usman disebut terakhir karena keduanya akan segera memasuki usia pensiun. “Dan yang terakhir, sahabat saya yang paling lama, saya sebut terakhir karena ini orang-orang tua yang sudah tidak berguna lagi di Mahkamah untuk segera memasuki usia pensiun,” ujar Arief, menambahkan bahwa Anwar Usman adalah sosok yang amat dihormatinya.
Dampak
Komentar Arief ini tidak hanya menjadi sorotan media, tetapi juga mengundang perhatian publik terhadap dinamika internal MK. Sementara tidak ada indikasi konflik, pidato Arief menunjukkan sikap komunikatif dan ciri khasnya dalam menghadapi perubahan yang akan datang.
Penutup
Dengan ucapan ini, Arief Hidayat tidak hanya menghormati koleganya, tetapi juga menandai akhir era bagi para “orang tua” di MK yang telah memberikan kontribusi luar biasa. Bagaimana masyarakat melihat pernyataan ini? apakah ini dianggap sebagai penghormatan atau justru menimbulkan pertanyaan?