Latar Belakang
Pada pekan lalu, sejumlah kepala negara berkumpul di seremoni World Economic Forum (WEF) di tengah dinamika geopolitik yang semakin rumit. Forum ini tidak hanya menjadi tempat diskusi tentang isu ekonomi global, tetapi juga menyediakan platform bagi para pemimpin dunia untuk mengeksplorasi pandangan terhadap tatanan dunia yang semakin tidak stabil.
Fakta Penting
Di tengah hiruk-pikuk WEF tersebut, Indonesia resmi menyetujui keanggotaan Board of Peace (BoP), yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Inisiatif ini diprakarsai oleh Presiden AS, Donald Trump, dan telah mengumpulkan sekitar 35 negara anggota, termasuk beberapa negara muslim pengaruh di kawasan.
Dampak
Langkah Indonesia dalam Abraham Accord Jilid Dua ini menuai respons bermacam-macam. Sebagian pihak mendukung upaya Indonesia untuk mengakhiri penderitaan Palestina, melihat BoP sebagai solusi bagi konflik yang tak berujung. Namun, sebagian lainnya mengkritik langkah ini, khawatir akan dampaknya terhadap hubungan Indonesia dengan negara-negara Arab.
Penutup
Partisipasi Indonesia di Board of Peace tidak hanya menandai posisi strategis bangsa ini di kancah internasional, tetapi juga menimbulkan tantangan di dalam negeri. Dengan posisi yang krusial, Indonesia diharapkan dapat menjadi jembatan perdamaian tanpa merugikan hubungan bilateral dengan negara-negara mitra.