Megawati Soekarnoputri: Pancasila sebagai Fondasi Bangsa Indonesia
Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menjadi pembicara utama dalam Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award 2026. Dalam pidatonya di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Megawati menggarisbawahi peran Pancasila sebagai falsafah dasar bangsa, yang dirancang sebelum kemerdekaan oleh para pendiri, pejuang, dan rakyat Indonesia.
Latar Belakang
Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award adalah platform internasional yang menghormati kontribusi individu atau kelompok dalam mendorong persaudaraan dan perdamaian global. Kehadiran Megawati sebagai pembicara menandakan pengakuan internasional terhadap peran Indonesia dalam mewujudkan harmoni bangsa melalui Pancasila.
Fakta Penting
Megawati menjabarkan lima prinsip Pancasila: Ketuhanan, Kemanusiaan, Kebangsaan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial. Menurutnya, falsafah ini bukan hanya ideologi politik, tetapi juga jiwa dari kebersamaan rakyat Indonesia. “Pancasila adalah hasil gumi berbagai elemen masyarakat, yang menjadi dasar kita untuk bersatu dalam keberagaman,” ujarnya.
Dampak
Pidato Megawati diharapkan mampu meneguhkan semangat Pancasila di tengah tantangan pluralisme dan polarisasi saat ini. Sebagai negara dengan keberagaman budaya dan agama, Indonesia menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai universal dapat menjadi fondasi untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis.
Penutup
Dengan mengangkat Pancasila di kancah internasional, Megawati tidak hanya memperkenalkan falsafah Indonesia kepada dunia, tetapi juga mengingatkan masyarakat Indonesia akan pentingnya meneguhkan semangat bangsa dalam menghadapi tantangan masa depan. Apakah Pancasila akan terus menjadi fondasi yang kuat dalam era globalisasi yang dinamis? Jawabannya terletak pada komitmen bersama untuk menjaga semangat persaudaraan yang telah dirintis sejak dulu.