
Sejak pembentukannya, ia sudah disebut sebagai “sandiwara neokolonial” atau “penghinaan terhadap hukum internasional.” Namun di tengah kritik itu, sejumlah pemimpin Eropa tetap menyatakan minat untuk duduk di Board of Peace (BoP) Gaza, sebuah badan administratif baru yang akan memainkan peran kunci dalam fase lanjutan rencana perdamaian untuk mengakhiri konflik yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa itu.
Menurut rencana perdamaian berisi 20 poin yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun lalu, Board of Peace akan bertugas mengawasi penyaluran bantuan, rekonstruksi, serta supervisi pemerintahan Palestina teknokratis di Gaza. Trump menyatakan dia sendiri akan memimpin BoP, yang akan beranggotakan 15 orang.
Rencana perdamaian itu, termasuk pembentukan BoP, diformalkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 pada pertengahan November tahun lalu. Meski demikian, sejak awal BoP menuai kritik tajam.