
Setiap penutup tahun, publik kerap terpaku pada satu pertanyaan, yakni berapa realisasi penerimaan pajak dibandingkan target APBN? Apabila target tercapai, kita lega. Namun jika sedikit meleset, narasi pesimistis sering kali merebak. Seolah mesin perpajakan kita kehilangan tenaga.
Padahal, kacamata yang digunakan untuk melihat angka 2025 haruslah berbeda. Kinerja penerimaan tahun ini bukan sinyal pelemahan, melainkan bukti bekerjanya fungsi fiskal sebagai penyeimbang (stabilizer) di tengah dinamika ekonomi yang mencari keseimbangan baru.
Harus diakui, 2025 adalah tahun transisi. Setelah rebound pasca pandemi yang kuat pada 2022 hingga 2024, ekonomi global menghadapi tantangan normalisasi. Berbagai tekanan eksternal seperti perlambatan ekonomi Tiongkok hingga suku bunga tinggi global, tak bisa diabaikan.